Inilah Hukumnya Berbohong Ketika Puasa Ramadhan

Haba Santai - Puasa ramadhan merupakan satu-satunya puasa yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan oleh setiap umat muslim di dunia, baik laki-laki maupun perempuan. Siapa saja yang melaksanakannya maka akan mendapat pahala dan siapa yang tidak melaksanakannya akan berdosa.

Berpuasa dibulan ramadhan juga termasuk dalam salah satu rukun islam. Sehingga apabila seorang muslim tidak berpuasa di bulan ramadhan maka tidak sempurnalah rukun islamnya yang lima itu.

Inti dari berpuasa itu adalah menahan diri dari segala hawa nafsu, baik itu makan, minum dan juga hawa nafsu lainnya yang dapat membatalkan puasa. Tujuan melaksanakan puasa di bulan ramadhan ini untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan juga untuk mendapat pahala.

Inilah Hukumnya Berbohong Ketika Puasa Ramadhan

Namun terkadang ada hal-hal yang mungkin membuat anda ragu dan terganggu dalam melaksanakan puasa ramdhan ini. Hal yang sering ditemui dan di tanyakan seperti apa hukumnya berbohong ketika berpuasa ramadhan ?

Banyak yang bingung apakah berbohong ketika sedang melaksanakan puasa dapat membatalkan puasa atau tidak. Begini jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Di dalam agama Islam, Puasa ramadhan merupakan saat dimana seseorang dapat memperoleh pahala yang banyak. Nah, jika seseorang berbohong saat sedang melaksanakan puasa ramadhan ini, maka puasanya tidak lah batal karena berbohong tidak termasuk ke dalam hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Namun berbohong ini akan berdampak pada pahala dari seorang yang berpuasa tersebut. Dimana ia tidak akan menerima pahala puasa meskipun ia telah berpuasa penuh hingga tiba saat berbuka puasa.

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, malah mengamalkannya (melakukan dusta atau bohong) maka Allah SWT tidak butuh dari rasa haus dan lapar (puasa) yang dia tahan". (HR. Bukhari)

Berbohong menjadi salah satu alasan mengapa kita tidak mendapat pahala setelah seharian berpuasa. Oleh karena berbohong tidak membatalkan puasa maka kewajiban untuk melaksanakan puasa itu hingg tiba saat nya berbuka hukumnya adalah wajib.

Meskipun kita sadar bahwa saat berpuasa tadi telah berbohong dan kemungkinan besar pahala dari berpuasa tidak akan lagi didapat, namun puasa seseorang itu wajib di teruskan hingga selesai.

Kenapa demikian ? padahal kan walaupun kita berpuasa hingga selesai, pahala puasa tersebut tidak akan didapatkan lagi karena berbohong.

Benar, pahala puasa itu tidak lagi didapat apabila telah berbohong. Namun perlu di ingat, berbohong tidak membatalkan puasa, sehingga puasa wajib diteruskan. Dan apabila puasa tersebut tidak diteruskan hingga selesai maka wajib hukumnya mengganti puasa tersebut.

Kesimpulannya adalah berbohong saat sedang berpuasa itu tidak membatalkan puasa, hanya saja pahala dari berpuasa itu tidak didapat. Dan puasa itu tetap wajib untuk diteruskan hingga selesai mekipun pahalanya sudah tidak ada. Oleh sebab itu jauhilah sifat suka berbohong, karena berbohong itu adalah termasuk sifat buruk dan tidak disukai Allah SWT.

Demikian penjelasan singkat mengenai hukum berbohong ketika melaksanakan puasa ramadhan. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

0 Response to "Inilah Hukumnya Berbohong Ketika Puasa Ramadhan"

Post a Comment

- Terima kasih atas kunjungan anda
- Terima kasih untuk setiap komentar yang anda berikan
- Gunakan bahasa yang baik dan sopan
- Komentar yang berupa link/spam akan dihapus